Senin, 05 Maret 2018

Polinomial


               POLINOMIAL
Polinomial adalah sebuah persamaan yang bersuku banyak yang memiliki variabel, pangkat, koefisien, selisih dan jumlah, serta pangkat yang bernilai positif (bilangan cacah).
Pangkat tertinggipada suatu polinomial menunjukan orde atau derajat dari polinomial tersebut.

Variabel (merupakan nilai yang dapat berubah, seperti x, y, z dalam sebuah persamaan; boleh memiliki lebih dari 1 variabel)

Koefisien (merupakan konstanta yang mendampingi variabel)

Konstanta (sebuah nilai tetap dan tidak berubah)

Eksponen atau pangkat merupakan pangkat dari variabel; bisa juga disebut sebagai derajat sebuah polinomial

Ada juga syarat-syarat sehingga suatu persamaan dapat dikatakan sebagai ‘polinomial’, yaitu berikut ini:

Variabel tidak boleh memiliki pangkat pecahan atau negatif

Variabel tidak boleh masuk dalam suatu persamaan trigonometri

• Nilai polinomial
  1. Metode substitusi








2. Teori Horner
       Pada teori Horner, koefisien harus berurutan sesuai pangkat. Jika tidak ada maka bernilai 0.
       Untuk membuat teori Horner :
       a. Buat tabel Horner
       b. Masukkan nilai koefien berurutan ( jika tidak berurutan dikarenakan pangkat nya tidak                                                      lengkap, maka harus bernilai 0) 
       c. Operasi Horner








3. Teori bersusun







     Untuk membuktikan hasil dan sisa nya benar, maka harus dilakukan pembuktian dengan cara:
     Pembagi di kali dengan hasil lalu di jumlah dengan sisa.



4. Teorema sisa 1
    Jika suku banyak f(x) dibagi dengan (x-k) maka sisanya adalah f(k)


    Untuk menyelesaikan dan membuktikan contoh soal seperti diatas, kita dapat menyelesaikan nya dengan menggunakan beberapa teori, yaitu :
a. Teori Horner





b. Teori bersusun




3. Teorema sisa 1











    Untuk mengerjakan yang teorena sisa satu, kita cukup mengganti nilai x dengan menggunakan nilai k yang sudah di ketahui.
4. Teorema sisa 2
     Jika suatu suku banyak f(x) dibagi a(x)-b maka akan bersisa f(b/a)



   

Contoh soal :








Sama dengan teorema sisa satu, di teorema sisa 2 juga untuk membuktikan nya dapat menggunakan teori Horner dan teori bersusun.
5. Teorema pemfaktoran
     Jika suato algoritma pembagian di uraikan, suatu sisa bernilai (0) maka itulah faktornya.
     F(x) = p(x).h(x).s(x)
    •contoh soal :





      Untuk pembuktian kita dapat menggunakan teori Horner.